Langsung ke konten utama

Kota Padang

Sejarah Kota Padang

Kota Padang sebenarnya merupakan kawasan rantau. Wilayah ini dihuni oleh perantau Minangkabau yang berasal dari dataran tinggi atau lebih dikenal dengan darek. Pada awalnya, mereka menempati wilayah perkampungan yang berada di pinggiran selatan, Batang Arau. Pada saat ini, wilayah tersebut diberi nama Seberang Pebayan.

Pada zaman dahulu, wilayah ini berada di bawah pengaruh kekuasan Pagaruyung. Namun, sekitar abad ke-17, wilayah ini masuk ke dalam kedaulatan kesultanan Aceh. Hadirnya pendatang ke kota ini membawa perkembangan yang sangat pesat. Para pendatang ini, menetapkan dan memajukan perekonomian kota padang. Perkembangan tersebutlah yang pada akhirnya mendorong untuk terbentuknya sebuah struktur pemerintahan.

Akan tetapi, kedatangan penjajah Belanda menghapuskan pengaruh Kesultanan Aceh di wilayah tersebut. Pada tahun 1663 VOC datang ke Padang dan kemudian tertarik untuk membangun pelabuhan serta permukiman baru di patai barat Sumatera. Hal tersebut bertujuan agar mempermudah  akses masuknya perdagangan dengan kawasan pedalaman di Minangkabau. Pada akhirnya, Belanda secara perlahan-lahan berhasil menanamkan pengaruhnya di sepanjang pantai Barat Sumatera.

Selain itu, Belanda juga ingin melanjutkan hubungan kerjasama dalam hal perdagangan dan pendistribusian emas ke kota tersebut dengan mengirimkan surat kepada Raja Pagaruyung. Pada tanggal 7 Agustus 1669 sempat terjadi pergejolakan antara masyarakat Pauh dan Koto Tangah. Tanggal tersebutlah yang kemudian dijadikan sebagai dasar lahirnya Kota Padang. Namun, pada akhirnya pergejolakan tersebut dapat diatasi oleh VOC yang membuat keadaan kembali aman dan terkendali.

Kota Padang kemudian berkembang dengan semakin pesat dan ramai. Sehingga membuat wilayah tersebut menjadi cocok untuk tempat mendistribusikan hasil bumi dari pedalaman Minangkabau. VOC terus melakukan usaha agar mendapatkan keuntungan lebih besar. Salah satunya adalah dengan mengadakan kontrak dengan pemerintah Padang dan kemudian pada akhirnya berhasil memonopoli serta memperoleh keuntungan. Dengan kontrak tersebut membuat Belanda mendapatkan keuntungan besar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya catatan sejak tahun 1770 diberangkatkannnya 0.3 miliar  pikul lada dan 0.2 miliar gulden emas pertahunnya dari Pelabuhan Muara.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI, Mr. Abubakar Jaar diangkat menjadi walikota pertama kota Padang dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau merupakan seorang pamong sejak zaman Belanda yang kemudian menjadi residen di Sumatera Utara.

Itulah sekilas mengenai sejarah berdirinya Kota Padang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca sekalian. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istana Pagaruyung

Wisata sejarah budaya istana pagaruyung Wisata sejarah istana pagaruyung - Istano Basa Pagaruyung Pagaruyung  adalah nagari yang terletak di  dekat Batusangkar , ibu kota kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dari sumber tambo, nagari ini dulunya adalah merupakan ibu kota dari kerajaan Pagaruyung. Sejak tahun 2001 Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar telah memulai untuk melakukan pemindahan secara bertahap pusat pemerintahan dari Batusangkar ke Pagaruyung. Dimana program ini dimulai dengan mendirikan kantor Bupati di kawasan nagari ini. Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama  Istana Pagaruyung , adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan  obyek wisata budaya  yang terkenal di Sumatera Barat. Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan be

Pasumpahan Island

PULAU PASUMPAHAN, Pulau Terindah di Sumatera Barat Pulau Pasumpahan Padang menjadi bukti dari kekayaan alam bahari di tanah Sumatera Barat. Pulau indah yang satu ini tak hanya mempunyai pemandangan pantai yang menyejukkan mata. Di sini, para traveler pun bisa pula menyaksikan kekayaan alam bawah lautnya yang tidak kalah dengan di tempat lain. Pulau Pasumpahan ini memang menyimpan potensi wisata alam yang sangat tinggi. Dan saat ini, wisatawan lokal pun mulai banyak yang berkunjung ke sana. Bahkan para investor, baik lokal maupun asing, juga mulai berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan daerah ini. Harapannya, Pulau Pasumpahan Padang menjadi destinasi wisata populer di tingkat dunia. Keindahan Pulau Pasumpahan Padang Kekayaan bahari yang ada di Pulau Pasumpahan Padang ini memang sangat layak untuk diangkat ke level dunia. Pulau mungil ini dikenal mempunyai hamparan pasir putih yang membentang luas. Pulau ini pun menjadi tempat liburan yang menarik b

Lembah Harau Payakumbuh

Lembah Harau Payakumbuh dalam beberapa tahun terakhir banyak menghiasi halaman jejaring sosial di tanah air. Lembah Harau yang terletak di Provinsi Sumatera Barat ini memang sanggup menyihir perhatian para traveler dari berbagai pelosok negeri. Terutama karena tempat ini memang menyuguhkan suasana yang sangat menarik. Keberadaan Lembah Harau Payakumbuh ini pun semakin menambah panjang daftar tempat wisata yang ada di kota Padang dan sekitarnya. Tidak heran kalau traveler yang tengah melancong ke Ranah Minang bakal kesulitan dalam menyusun itinerary. Tak lain karena memang terlalu banyak tempat indah yang bisa dijumpai di Sumatera Barat. Lembah Harau terkenal karena mempunyai topografi yang sangat menarik dan merupakan bagian dari Cagar Alam Harau. Tempat ini berada di dataran tinggi berkisar antara 500 hingga 850 meter di atas permukaan laut. Dari Lembah Harau, para traveler pun akan bisa menyaksikan keberadaan lima air terjun indah. Keindahan alam Lembah Harau Paya